puisi

SALAM SELAMAT TINGGAL

serabut jalanan menggeliat di tengah keramaian kota

dan awan hitam menangis tanpa sebab dan ibu

pertiwi telah lelah mengasuh gunung-gunung

menjerit dan laut pun berteriak

sesaat hening sunyi

diam

gelap gerhana selimuti semua yang fana

tanpa awal tanpa mula dan tak bersuara

seluruhnya hitam sedih

dan berkabung

antara sisa-sisa kehampaan alam maya

yang telah terbang entah kemana

hanya sebuah kesedihan yang tersisa

dari sebuah perpisahan tanpa pertemuan

atau seluruhnya masih terus

berkabung

Surabaya, November 1999

dwi davisia nurkholis

One thought on “puisi

Komentar ditutup.