Ode Untuk Salim Kancil

Ode Untuk Salim Kancil

Jangan kau kira membunuhku mematikan aku
Jangan kau kira membekapku membungkam aku
Kau pikir langit diam membisu
Kau anggap bumi tak peduli dosamu
Jangan pernah kau sembunyi
Karena aku akan terus menghantui
Berjingkraklah senang sekarang
Tapi kau takkan pernah menang
Walau dengan seribu parang dan tendang

Salim memang namaku, tapi aku takkan pernah berdamai
untuk semua dosa yang telah kau tumpah
pada bumi ibu pertiwi dan semesta yang selalu memberi
di tanah ini nyawa kami bukan untuk dibeli
di tanah ini hidup kami bukan untuk kau curi
Salim memang namaku, tapi aku akan terus perangi
meski mati tubuh ini, meski hilang nyawa ini
aku akan terus meski hukum tak bersamaku
walau hanya tinggal sejengkal, walau hanya tinggal setetes
darah ini akan tetap melawan terus
kalian kumpulan begundal dan manusia-manusia jalang

Aku takkan menyerah, walau habis darah tertumpah
akan tetap melawan, akan tetap berperang
hingga adil seadil-adilnya mewujud meruah
menjadi berkah untuk tiap tetes airmata dan darah

Aku takkan menyerah, walau habis darah tertumpah
Salim namaku, bukan damai untukmu
Memang, hanya satu kata
Lawan!

Davisia
Jombang, 30 September 2015
“Ode Untuk Salim Kancil”